Filosofi Pasar Pemberdayaan Yayasan Citra Desa Indonesia

 

Pemberdayaan berangkat dari gagasan bahwa masyarakat bukan objek pembangunan, tetapi subjek pembangunan.

Pendekatan tradisional sering melihat masyarakat miskin sebagai penerima bantuan (beneficiaries). Sebaliknya, pendekatan pemberdayaan melihat mereka sebagai pihak yang memiliki:

  • Pengetahuan lokal.
  • Pengalaman hidup.
  • Potensi ekonomi dan sosial.
  • Kemampuan untuk berubah apabila diberikan kesempatan dan dukungan yang tepat.

Unsur utama pemberdayaan masyarakat marjinal

  1. Peningkatan kapasitas (capacity building)

Tujuannya meningkatkan kemampuan individu dan kelompok agar mampu mengelola kehidupan dan usaha mereka.

  1. Partisipasi masyarakat (participatory approach)

Pemberdayaan menekankan keterlibatan masyarakat dalam seluruh siklus program

  1. Penguatan kelembagaan masyarakat

Kelompok marginal sering lemah karena kurang memiliki organisasi yang kuat. Oleh karena itu, pemberdayaan berusaha membangun:

  1. Kelompok usaha bersama.
  2. Koperasi masyarakat.
  3. Kelompok perempuan.
  4. Forum warga.
  5. Lembaga ekonomi lokal.

 

  1. Akses terhadap sumber daya

membuka akses terhadap:

  1. Modal
  2. Teknologi
  3. Pasar
  4. Informasi