




Pemberdayaan berangkat dari gagasan bahwa masyarakat bukan objek pembangunan, tetapi subjek pembangunan.
Pendekatan tradisional sering melihat masyarakat miskin sebagai penerima bantuan (beneficiaries). Sebaliknya, pendekatan pemberdayaan melihat mereka sebagai pihak yang memiliki:
Tujuannya meningkatkan kemampuan individu dan kelompok agar mampu mengelola kehidupan dan usaha mereka.
Pemberdayaan menekankan keterlibatan masyarakat dalam seluruh siklus program
Kelompok marginal sering lemah karena kurang memiliki organisasi yang kuat. Oleh karena itu, pemberdayaan berusaha membangun:
membuka akses terhadap: